Tumor Pada Anak

Tumor Hati Pada Anak

PENDAHULUAN

Tumor hati pada anak dapat bersifat jinak maupun ganas (kanker), dan bisa primer atau merupakan metastase dari organ lain. Tumor hati primer jarang pada anak, terdapat lebih kurang 3% dari seluruh tumor pada anak. Kira-kira 50-60% dari tumor hati pada anak merupakan keganasan dan lebih dari 65% diantaranya adalah hepatoblastoma. Tumor ganas lainnya yang juga sering di dapatkan pada anak adalah karsinoma hepatoseluler.

PATOFISIOLOGI

Penyebab tumor hati masih belum jelas. Tumor yang ditemukan sejak lahir umumnya jinak, diantaranya adalah hamartoma, hemangioma, dan hemangioendotelioma. Ada 2 jenis tumor ganas yang sering didapatkan pada anak yaitu hepatoblastoma dan karsinoma hepatoseluler. Hepatoblastoma banyak ditemukan di bawah 3 tahun dan dikaitkan dengan kelainan genetik yaitu hilangnya heterosigositas pada kromosom 11p15 yang berakibat gangguan pada gen supresi tumor. Hepatoblastoma juga biasa berhubungan dengan adanya sindroma Beckwith-Weidemann dimana terjadi gangguan pada gen insulin-like growth factor-II dengan manisfestasi klinis exophthalmos, gigantism, macroglossia, microcephaly, dan viceromegaly. Karsinoma hepatoseluler pada anak dapat ditemukan sejak lahir hingga usia 19 tahun, biasanya berkaitan dengan infeksi hepatitis B ataupun C, tirosinemia herediter tipe kronis, penyakit glycogen storage, defisiensi α1-antitripsin, dan sirosis bilier.

GEJALA KLINIS

Gejala klinis tumor hati pada anak sangat bervariasi dan berbeda pada setiap penderita karena bergantung pada ukuran dan jenis tumor, kadang gejala juga diakibatkan metastase tumor. Beberapa gejala yang sering didapatkan diantaranya :

  • Masa abdomen yang besar, atau pembesaran perut

  • Nyeri perut kanan

  • Nafsu makan menurun, penurunan berat badan

  • Muntah

  • Ikterus

  • Panas

  • Gatal-gatal pada kulit

  • Anemia

  • Nyeri punggung akibat penekanan tumor

Dapat juga terjadi krisis akut abdominal disertai pecahnya tumor dan hemoperitonium
(biasanya pada karsinoma hepatoseluler).

DIAGNOSIS

Selain anamnesis dan pemeriksaan fisik yang lengkap, beberapa pemeriksaan penunjang juga diperlukan dalam menegakkan diagnosis tumor hati pada anak dan metastasenya,
meliputi :

  • Laboratorium : darah lengkap, kimia darah, tes fungsi hati dan ginjal, serologi hepatitis B dan C ; α-fetoprotein/AFP (juga untuk monitoring terapi) Biopsi hati untuk pemeriksaan histopatologi

  • Radiologi : Foto polos dada, USG/USG Doppler, CT-scan/MRI

Selain menentukan diagnosa tumor hati perlu juga dilakukan penentuan stadium dari tumor tersebut terutama pada tipe ganas. Penentuan stadium sangat berguna dalam pengobatan dan mengetahui prognosisnya. Ada beberapa metode penentuan stadium tumor hati pada anak, salah satunya sebagai berikut :

  • Stadium I : tumor dapat diangkat lengkap dengan pembedahan

  • Stadium II : tumor dapat diangkat dengan pembedahan tapi masih meninggalkan sedikit sisa

  • Stadium III    : tumor tidak dapat diangkat secara lengkap dengan pembedahan dan didapatkan penyebaran pada kelenjar getah bening disekitarnya

  • Stadium IV    : tumor telah menyebar ke organ tubuh lain

  • Kambuhan     : tumor muncul lagi setelah pengobatan baik dihati maupun organ lain

DIAGNOSIS BANDING

  • Abses hati

  • Neuroblastoma

  • Tumor Wilm’s

  • Kolestasis/sirosis hati

PENATALAKSANAAN

Penatalaksanaan tumor hati pada anak bergantung pada jenis dan stadium tumor, serta usia dan kondisi fisik penderita. Pada tumor jinak biasanya dilakukan pembedahan untuk
mengangkat tumor tanpa disertai pengobatan yang lainnya. Pada tumor ganas diperlukan kerjasama dengan dokter bedah anak dan ahli onkologi anak. Pengobatan biasanya merupakan kombinasi antara :

  • Pembedahan

  • Kemoterapi

  • Radioterapi

  • Transplantasi hati

Pengobatan berdasarkan jenis dan stadium tumor :

  • Hepatoblastoma stadium I dan II : Pengangkatan tumor dan diikuti kemoterapi 4 seri menggunakan cisplatin, vincristine, dan fluorouracil.

  • Karsinoma hepatoseluler stadium I dan II : Pengangkatan tumor diikuti kemoterapi cisplatin dan atau doxorubicin.

  • Hepatoblastoma stadium III dan IV : Beberapa alternatif pengobatan yang dapat dilakukan.

  1. Kemoterapi untuk mengurangi ukuran tumor dilanjutkan pengangkatan sebanyak mungkin tumor dan ditutup kemoterapi lagi.

  2.  Pembedahan metastase tumor di paru.

  3. Kemoterapi.

  4. Radioterapi diikuti pembedahan.

  5. Penyuntikan obat kemoterapi langsung ke pembuluh darah hati.

  6. Kemoterapi dan kemoembolisasi.

  7. Transplantasi hati.

  • Karsinoma hepatoseluler stadium III dan IV : Pengurangan ukuran tumor dengan menggunakan kemoterapi cisplatin dengan vincristine/fluorouracil atau doxorubicin dilanjutkan pengangkatan tumor sebanyak mungkin.

  • Kambuhan Dilakukan pengobatan ulang berdasarkan pengobatan sebelumnya.

Selain pengobatan terhadap tumornya perlu juga dilakukan pengobatan suportif dengan mencegah dan mengobati infeksi, efek samping pengobatan dan komplikasinya,serta memberikan rasa nyaman pada penderita selama pengobatan. Perlu dilakukan pengamatan secara berkala untuk memonitor respon terhadap pengobatan dan mewaspadai efek samping jangka panjang dari pengobatan.

PROGNOSIS

Anak dengan tumor hati jinak biasanya tidak akan mendapatkan masalah dikemudian hari setelah tumor diangkat. Prognosis tumor hati ganas bervariasi pada masing-masing penderita. Diagnosis yang cepat dan tepat serta terapi yang progresif penting untuk mendapatkan prognosis yang terbaik bagi penderita. Masih perlu dikembangkan metode pengobatan baru yang dapat meningkatkan keberhasilan terapi dan menekan efek samping sekecil mungkin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: